Analisis Data Kategorik

Modul 11 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Daftar bagian

Tujuan belajar

Setelah modul ini, Anda mampu:

  1. Menyusun dan membaca tabel kontingensi.
  2. Menghitung frekuensi harapan dan uji Chi-square secara manual.
  3. Memilih antara Chi-square dan uji eksak Fisher.
  4. Menghitung dan menafsirkan odds ratio (OR) dan risiko relatif (RR).
  5. Menggunakan uji McNemar untuk data kategorik berpasangan.

Dataset: lab_klinik_60.csv

Tabel kontingensi

Dua variabel nominal disusun dalam tabel silang. Contoh: jenis kelamin dan status merokok.

Merokok Tidak Total
Laki-laki 15 17 32
Perempuan 2 26 28
Total 17 43 60

Sajikan juga persen baris: 15/32 = 46,9% laki-laki merokok, 2/28 = 7,1% perempuan merokok.

Pertanyaan: apakah proporsi perokok berbeda antara laki-laki dan perempuan?

Uji Chi-square

Apakah proporsi perokok berbeda antara laki-laki dan perempuan?

Logika: yang teramati vs yang diharapkan

Jika jenis kelamin tidak berhubungan dengan merokok (H₀ benar), proporsi perokok di kedua kelompok akan sama dengan proporsi keseluruhan (17/60).

Frekuensi harapan (E) setiap sel:

E = \frac{\text{total baris} \times \text{total kolom}}{n}

Merokok Tidak
Laki-laki 32 × 17 / 60 = 9,07 32 × 43 / 60 = 22,93
Perempuan 28 × 17 / 60 = 7,93 28 × 43 / 60 = 20,07

Menghitung Chi-square

\chi^2 = \sum \frac{(O - E)^2}{E}

Sel O E (O − E)² / E
L, merokok 15 9,07 3,88
L, tidak 17 22,93 1,53
P, merokok 2 7,93 4,43
P, tidak 26 20,07 1,75
χ² 11,60

Derajat bebas = (baris − 1) × (kolom − 1) = 1. p < 0,001.

Syarat Chi-square

Chi-square bekerja dengan pendekatan, sehingga membutuhkan frekuensi harapan yang cukup besar:

  • Tabel 2 × 2: semua sel E ≥ 5. Jika ada sel E < 5, gunakan uji eksak Fisher.
  • Tabel lebih besar (misalnya 2 × 3, 3 × 4): tidak lebih dari 20% sel dengan E < 5, dan tidak ada sel dengan E < 1. Jika tidak terpenuhi, gabungkan kategori yang masuk akal secara klinis.

Perhatikan: syarat ini tentang frekuensi harapan (E), bukan frekuensi teramati (O). Pada contoh di atas, sel perempuan-merokok hanya berisi 2 orang (O), tetapi E-nya 7,93, sehingga Chi-square tetap sah.

(Cochran, 1954; Kim, 2017)

Contoh: ketika syarat tidak terpenuhi

Status merokok dan hasil rapid test:

Reaktif Nonreaktif Total
Merokok 2 15 17
Tidak 14 29 43

Frekuensi harapan sel merokok-reaktif = 17 × 16 / 60 = 4,53, kurang dari 5.

  • Chi-square (tidak sah di sini): p = 0,101
  • Uji eksak Fisher (yang dilaporkan): p = 0,120

Proporsi hasil reaktif pada perokok (11,8%) dan bukan perokok (32,6%) tidak berbeda bermakna (uji eksak Fisher, p = 0,120).

Tentang koreksi Yates

Beberapa perangkat lunak juga menampilkan Chi-square dengan koreksi kontinuitas (Yates) untuk tabel 2 × 2.

  • Koreksi Yates membuat hasil lebih konservatif (p lebih besar).
  • Saat ini banyak pedoman lebih menganjurkan: pakai Chi-square tanpa koreksi jika semua E ≥ 5, dan uji eksak Fisher jika tidak.
  • Apa pun pilihannya, sebutkan dengan jelas di BAB III dan BAB IV.

Mengukur kekuatan hubungan

Chi-square hanya menjawab “ada hubungan atau tidak”. Seberapa kuat?

Risiko relatif dan odds ratio

Susunan tabel 2 × 2 standar:

Hasil + Hasil −
Terpapar a b
Tidak terpapar c d

Risiko relatif dan odds ratio (lanjutan)

Risiko relatif (RR)

RR = \frac{a / (a + b)}{c / (c + d)}

Untuk desain kohort atau eksperimen, saat risiko dapat dihitung langsung.

Odds ratio (OR)

OR = \frac{a \times d}{b \times c}

Untuk desain kasus-kontrol dan potong lintang.

Tafsiran keduanya: = 1 tidak ada hubungan; > 1 paparan berhubungan dengan hasil lebih sering; < 1 paparan berhubungan dengan hasil lebih jarang.

Contoh OR dari dataset

Merokok pada laki-laki dibanding perempuan:

OR = \frac{15 \times 26}{17 \times 2} = \frac{390}{34} = \textbf{11,47}

IK 95%: 2,32 sampai 56,65

  • IK tidak mencakup 1, jadi hubungannya bermakna.
  • IK sangat lebar karena ada sel kecil (hanya 2 perempuan perokok). Estimasinya tidak teliti: odds sebenarnya bisa 2 kali, bisa juga 50 kali.
  • Inilah alasan IK 95% wajib dilaporkan bersama OR.

Data kategorik berpasangan: McNemar

Bagaimana jika sediaan yang sama dibaca dua kali?

Contoh: pembacaan BTA segar vs setelah disimpan

50 sediaan dahak dibaca saat segar, lalu dibaca ulang setelah disimpan 7 hari. Sediaan yang sama dibaca dua kali, jadi data berpasangan.

Simpan: positif Simpan: negatif
Segar: positif 20 8
Segar: negatif 1 21

Uji McNemar hanya memakai pasangan sumbang (diskordan): 8 sediaan berubah dari positif menjadi negatif, dan 1 berubah dari negatif menjadi positif.

Jika penyimpanan tidak berpengaruh, perubahan ke dua arah seharusnya seimbang. Dengan 8 berbanding 1, McNemar eksak memberi p = 0,039.

(McNemar, 1947)

Catatan penting untuk McNemar

  • Dengan pasangan sumbang sedikit (b + c < 25), laporkan McNemar eksak (binomial), bukan versi pendekatan Chi-square.
  • Jika data asli bertingkat (negatif, scanty, 1+, 2+, 3+) lalu disederhanakan menjadi positif/negatif, jelaskan alasan penyederhanaan itu. Untuk data bertingkat berpasangan, ada uji simetri McNemar-Bowker atau Stuart-Maxwell. Sebutkan ini sebagai keterbatasan.
  • Jangan memakai Chi-square biasa untuk data berpasangan, karena Chi-square mengira setiap pembacaan berasal dari sediaan berbeda.

Contoh dari naskah skripsi

Temuan yang sering muncul di naskah skripsi

  • Hubungan jenis kelamin (nominal) dengan kadar gula darah diuji dengan korelasi Spearman.
  • Trombosit dikategorikan menjadi “trombositopenia / normal” tanpa rujukan batas, lalu diuji Chi-square, padahal data aslinya numerik.
  • Tabel 2 × 2 dengan sel berisi 1 atau 2 subjek tetap dilaporkan dengan Chi-square.

Perbaikan: tentukan skala data dulu (Modul 2). Pertahankan data numerik jika bisa. Jika memang kategorik, periksa frekuensi harapan sebelum memilih Chi-square atau Fisher.

Langkah di SPSS

Chi-square, Fisher, OR, dan RR

  1. Analyze → Descriptive Statistics → Crosstabs
  2. Variabel paparan ke Row(s), variabel hasil ke Column(s)
  3. Statistics: centang Chi-square dan Risk (untuk OR dan RR)
  4. Cells: centang Expected dan Row percentages
  5. Output Chi-Square Tests: baca Pearson Chi-Square, atau Fisher’s Exact Test jika ada sel E < 5 (catatan di bawah tabel menyebut jumlah sel E < 5)

McNemar: di Crosstabs → Statistics, centang McNemar. Variabel “segar” dan “simpan” berada di kolom terpisah, satu baris per sediaan.

Langkah di JASP

  • Frequencies → Contingency Tables
  • Variabel ke Rows dan Columns
  • Statistics: centang χ², Fisher’s exact test (khusus 2 × 2), dan Log odds ratio. OR diperoleh dengan mengeksponenkan nilai log OR beserta batas IK-nya.
  • Cells: centang Expected dan Row percentages

Latihan 1

Tabel: pemakaian APD lengkap dan kejadian tertusuk jarum pada 80 petugas lab.

Tertusuk Tidak Total
APD tidak lengkap 9 21 30
APD lengkap 3 47 50

Hitung frekuensi harapan sel “APD lengkap, tertusuk”. Uji apa yang tepat?

Jawaban: E = 50 × 12 / 80 = 7,5. Sel “APD tidak lengkap, tertusuk”: E = 30 × 12 / 80 = 4,5, kurang dari 5. Karena ada sel E < 5 pada tabel 2 × 2, gunakan uji eksak Fisher.

Latihan 2

Dari tabel pada latihan 1, hitung OR tertusuk jarum untuk APD tidak lengkap dibanding lengkap. Tafsirkan.

Jawaban: OR = \dfrac{9 \times 47}{21 \times 3} = \dfrac{423}{63} = 6,71. Odds tertusuk jarum pada petugas dengan APD tidak lengkap sekitar 6,7 kali odds pada petugas dengan APD lengkap. Karena ini data potong lintang, tulis sebagai hubungan, bukan sebab-akibat, dan laporkan IK 95%-nya.

Latihan 3

Dua analis membaca 40 sediaan yang sama untuk mikrofilaria (positif/negatif). Mahasiswa ingin menguji apakah kedua analis berbeda dengan Chi-square biasa. Apa sarannya?

Jawaban: Data berpasangan (sediaan yang sama). Untuk menguji apakah proporsi positif berbeda antara dua analis, gunakan McNemar. Untuk menilai seberapa sepakat kedua analis, gunakan Kappa Cohen (Modul 13). Chi-square biasa tidak tepat.

Ringkasan

  • Data nominal disajikan dalam tabel kontingensi dengan persen baris.
  • Chi-square membandingkan frekuensi teramati dan harapan. Syarat: frekuensi harapan cukup besar.
  • Tabel 2 × 2 dengan sel E < 5: uji eksak Fisher.
  • OR (kasus-kontrol, potong lintang) dan RR (kohort, eksperimen) mengukur kekuatan hubungan. Selalu laporkan IK 95%.
  • Data kategorik berpasangan: McNemar, versi eksak jika pasangan sumbang sedikit.

Daftar Pustaka

Selesai: Modul 11

Lanjut ke Modul 12: Korelasi dan Regresi →

Kembali ke Daftar modul