Modul 12 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Dataset: lab_klinik_60.csv (gula darah puasa dan HbA1c)
Koefisien korelasi (r) bernilai −1 sampai +1. Tanda menunjukkan arah, besarnya menunjukkan kekuatan hubungan linier.
Panel paling kanan: hubungannya sangat jelas, tetapi berbentuk U, sehingga r hampir nol. Korelasi Pearson hanya menangkap hubungan garis lurus.
| Pearson (r) | Spearman (ρ) | |
|---|---|---|
| Mengukur | hubungan linier | hubungan monoton (searah) |
| Skala data | kedua variabel numerik | numerik atau ordinal |
| Asumsi | kurang lebih normal, tanpa nilai ekstrem yang dominan | tidak butuh normalitas |
| Bekerja dengan | nilai asli | peringkat |
Korelasi tidak untuk variabel nominal (jenis kelamin, golongan darah). Untuk hubungan dengan variabel nominal, gunakan uji perbandingan (Modul 9 dan 10) atau Chi-square (Modul 11).
Salah satu pedoman yang banyak dirujuk di Indonesia (Sugiyono):
| Nilai | r |
|---|---|
| 0,00 sampai 0,199 | sangat rendah |
| 0,20 sampai 0,399 | rendah |
| 0,40 sampai 0,599 | sedang |
| 0,60 sampai 0,799 | kuat |
| 0,80 sampai 1,000 | sangat kuat |
Pedoman lain (misalnya Colton atau Cohen) memakai batas yang sedikit berbeda. Pilih satu, sebutkan rujukannya di BAB III, dan gunakan secara konsisten.
Dua parameter glikemik dari dataset berjalan (n = 60).
Hubungan positif terlihat jelas. Namun 7 subjek dengan GDP ≥ 126 mg/dL (titik biru) berada jauh di kanan atas dan menarik garis.
| Analisis | Koefisien | p |
|---|---|---|
| Pearson, semua subjek (n = 60) | r = 0,923 | < 0,001 |
| Spearman, semua subjek (n = 60) | ρ = 0,645 | < 0,001 |
| Pearson, tanpa GDP ≥ 126 (n = 53) | r = 0,602 | < 0,001 |
Terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar gula darah puasa dan HbA1c (korelasi Spearman, ρ = 0,645; p < 0,001; n = 60).
Kalimat ini menyebut arah (positif), kekuatan (kuat, menurut pedoman yang dirujuk), nama uji, koefisien, p, dan n.
Contoh hasil yang tidak bermakna dari dataset yang sama: usia dan kreatinin, ρ = 0,017; p = 0,899.
Tidak ditemukan korelasi yang bermakna antara usia dan kadar kreatinin (ρ = 0,017; p = 0,899).
1. Korelasi bukan sebab-akibat
GDP dan HbA1c berkorelasi karena keduanya mencerminkan kondisi glikemik yang sama, bukan karena yang satu menyebabkan yang lain. Pada data potong lintang, korelasi selalu ditafsirkan sebagai hubungan.
2. Korelasi bukan kesesuaian
Dua alat yang mengukur glukosa bisa berkorelasi r = 0,99, tetapi alat yang satu selalu membaca 8 mg/dL lebih tinggi. Korelasi tinggi hanya berarti keduanya naik-turun bersama, bukan hasilnya sama. Untuk menilai kesesuaian dua metode, gunakan Bland-Altman (Modul 13).
(Bland & Altman, 1986; Schober dkk., 2018)
r^2 = \text{proporsi variasi } y \text{ yang dapat dijelaskan oleh } x
Korelasi menjawab “seberapa erat”. Regresi menjawab “jika x naik satu satuan, y berubah berapa?”
\hat{y} = a + b \times x
Hasil regresi HbA1c terhadap GDP (n = 60):
\widehat{\text{HbA1c}} = 2{,}457 + 0{,}0318 \times \text{GDP}
Hati-hati:
Regresi dengan lebih dari satu variabel x (regresi linier berganda, regresi logistik) dipakai untuk mengendalikan perancu, seperti jenis kelamin pada contoh merokok dan Hb (Modul 2 dan 7). Metode ini dipelajari di tingkat lanjut.
| Tujuan | Menu |
|---|---|
| Diagram sebar | Graphs → Chart Builder → Scatter/Dot |
| Korelasi | Analyze → Correlate → Bivariate. Centang Pearson dan/atau Spearman, pilih Two-tailed. |
| Regresi linier | Analyze → Regression → Linear. Dependent: y; Independent: x. Statistics: centang Confidence intervals. Plots: centang Normal probability plot. |
Output regresi: baca R Square (tabel Model Summary), serta B, Sig., dan 95% CI for B (tabel Coefficients).
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Output: korelasi Spearman antara jumlah leukosit dan kadar CRP, ρ = −0,45; p = 0,002; n = 44.
Tulis kalimat hasil yang lengkap.
Jawaban:
Terdapat korelasi negatif dengan kekuatan sedang antara jumlah leukosit dan kadar CRP (korelasi Spearman, ρ = −0,45; p = 0,002; n = 44).
Tanda negatif berarti makin tinggi yang satu, makin rendah yang lain. Mahasiswa perlu membahas apakah arah ini masuk akal secara patofisiologi.
Pilih Pearson atau Spearman:
Grading BTA (negatif, scanty, 1+, 2+, 3+) dan kadar CRP.
Hb dan hematokrit pada 50 orang sehat, keduanya normal, diagram sebar lurus.
Kadar feritin (sangat menceng) dan kadar Hb.
Jawaban:
Spearman (grading BTA ordinal).
Pearson.
Spearman (feritin tidak normal).
Persamaan regresi: kreatinin (mg/dL) = 0,52 + 0,009 × usia (tahun), dari data usia 25 sampai 70 tahun.
Berapa prediksi kreatinin untuk usia 60 tahun?
Bolehkah persamaan ini dipakai untuk anak usia 8 tahun?
Jawaban:
0,52 + 0,009 × 60 = 0,52 + 0,54 = 1,06 mg/dL
Tidak. Usia 8 tahun berada di luar rentang data (25 sampai 70 tahun). Selain itu, fisiologi kreatinin pada anak sangat berbeda (massa otot).

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika