Modul 8 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Jangan mulai dari nama uji. Mulailah dari pertanyaan penelitian dan data Anda.
Jawaban kelima pertanyaan ini hampir selalu menunjuk ke satu uji. Jika Anda bingung memilih uji, biasanya salah satu pertanyaan belum terjawab dengan jelas.
Independen
Subjek di setiap kelompok berbeda orang. Nilai satu kelompok tidak memengaruhi kelompok lain.
Berpasangan (dependen)
Subjek yang sama diukur dua kali atau lebih, atau subjek dipasangkan secara sengaja.
Salah menentukan jenis ini adalah kesalahan yang fatal. Di Modul 9 Anda akan melihat data yang sama memberi p = 0,124 dengan uji yang salah dan p < 0,001 dengan uji yang benar.
| Tujuan | Numerik, asumsi terpenuhi | Numerik tidak normal / ordinal | Nominal |
|---|---|---|---|
| Beda 2 kelompok independen | uji t independen | Mann-Whitney | Chi-square / Fisher |
| Beda 2 pengukuran berpasangan | uji t berpasangan | Wilcoxon | McNemar |
| Beda > 2 kelompok independen | ANOVA + post-hoc | Kruskal-Wallis + post-hoc | Chi-square |
| Tujuan | Numerik, asumsi terpenuhi | Numerik tidak normal / ordinal | Nominal |
|---|---|---|---|
| Hubungan dua variabel | Pearson, regresi | Spearman | Chi-square, OR |
| Kesesuaian dua metode | Bland-Altman | Kappa berbobot | Kappa Cohen |
| Kinerja uji diagnostik | kurva ROC | kurva ROC | sensitivitas, spesifisitas |
Setiap baris dibahas di Modul 9 sampai 13.
Uji t, ANOVA, dan Pearson disebut parametrik karena bersandar pada asumsi tentang bentuk distribusi data.
Jika asumsi dilanggar, pilihan Anda:
Pada Q-Q plot, titik yang mengikuti garis berarti data mendekati normal. Hb (kiri) mengikuti garis. Gula darah puasa (kanan) melengkung naik di ujung kanan karena ada subjek dengan nilai sangat tinggi.
| Variabel (n = 60) | Kemencengan | Shapiro-Wilk p | Kesimpulan |
|---|---|---|---|
| Hemoglobin | 0,32 | 0,748 | normal |
| Trombosit | −0,01 | 0,908 | normal |
| Leukosit | 0,69 | 0,014 | tidak normal |
| Gula darah puasa | 2,18 | < 0,001 | tidak normal |
| HbA1c | 1,69 | < 0,001 | tidak normal |
(Ghasemi & Zahediasl, 2012; Shapiro & Wilk, 1965)
(Ghasemi & Zahediasl, 2012; Shapiro & Wilk, 1965)
Aturan praktis: gabungkan grafik dan uji formal. Jangan memutuskan hanya dari satu nilai p.
| Uji yang direncanakan | Periksa normalitas pada |
|---|---|
| Uji t independen, ANOVA | setiap kelompok secara terpisah |
| Uji t berpasangan | selisih nilai (sesudah dikurangi sebelum) |
| Korelasi Pearson | kedua variabel, dan lihat diagram sebar |
| Regresi linier | residual model |
Kesalahan yang sering terjadi: menguji normalitas Hb seluruh subjek padahal yang dibandingkan adalah Hb laki-laki vs perempuan. Yang harus diperiksa adalah normalitas di masing-masing kelompok.
Hb per kelompok pada dataset berjalan:
| Kelompok | n | Shapiro-Wilk p |
|---|---|---|
| Laki-laki | 32 | 0,037 |
| Perempuan | 28 | 0,612 |
Satu kelompok “tidak normal”. Apakah uji t langsung terlarang?
Tidak harus pindah ke uji nonparametrik. Pertimbangkan:
(Welch, 1947)
Contoh: Hb laki-laki (SD 1,13) vs perempuan (SD 1,08). Levene p = 0,74, varians homogen.
Jika varians tidak homogen:
(Welch, 1947)
Transformasi logaritma sering membuat data menceng ke kanan menjadi lebih simetris.
Pada dataset berjalan, log(GDP) masih tidak normal (Shapiro-Wilk p < 0,001). Penyebabnya, data GDP tersusun dari dua kelompok subjek: sebagian besar normoglikemia dan sebagian kecil hiperglikemia.
Transformasi bukan obat untuk semua masalah. Jika setelah transformasi data tetap tidak normal, gunakan uji nonparametrik. Jika transformasi dipakai, hasil harus ditafsirkan dalam skala asli agar mudah dipahami.
SPSS
Levene muncul otomatis pada output uji t dan ANOVA.
JASP (gratis)
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
“Uji normalitas dengan menggunakan One Way ANOVA, uji homogenitas dengan menggunakan uji Fisher, dan uji post hoc menggunakan Tukey Games Howell.”
Tiga kesalahan dalam satu kalimat:
Pada naskah yang sama, BAB IV justru memakai uji yang benar. Artinya BAB III tidak menggambarkan apa yang dikerjakan. Setelah analisis selesai, BAB III wajib disesuaikan.
Data numerik diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk dan Q-Q plot pada masing-masing kelompok, serta homogenitas varians dengan uji Levene. Jika data berdistribusi normal dan varians homogen, perbedaan rerata kadar Hb antara kelompok perokok dan bukan perokok dianalisis dengan uji t independen; jika varians tidak homogen digunakan uji t Welch; jika data tidak berdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Seluruh uji dilakukan dua sisi dengan α = 0,05 menggunakan SPSS versi 26.
Paragraf ini menyebut: uji asumsi, uji utama, rencana cadangan, α, arah uji, dan perangkat lunak.
Tentukan jenis data (independen atau berpasangan) dan uji yang sesuai jika asumsi terpenuhi:
Kadar glukosa satu set sampel diukur dengan glukometer dan analyzer laboratorium.
Kadar kolesterol mahasiswa perokok dan bukan perokok.
Hb 20 pasien sebelum dan sesudah terapi besi.
Jawaban:
Berpasangan (sampel sama, dua alat). Untuk menilai kesesuaian: Bland-Altman (Modul 13). Untuk menguji beda rerata: uji t berpasangan.
Independen. Uji t independen.
Berpasangan. Uji t berpasangan.
Output uji normalitas trombosit pada dua kelompok: kelompok A (n = 14) Shapiro-Wilk p = 0,21; kelompok B (n = 14) p = 0,003. Levene p = 0,02.
Uji apa yang Anda pilih untuk membandingkan kedua kelompok?
Jawaban: Kelompok B jelas tidak normal dan n kecil (14), sehingga uji t tidak cukup tahan. Gunakan Mann-Whitney. Levene p = 0,02 memperkuat bahwa asumsi uji t tidak terpenuhi.
Seorang mahasiswa menguji normalitas kreatinin sebelum HD (p = 0,40) dan sesudah HD (p = 0,03), lalu memilih uji Wilcoxon. Apa yang kurang tepat?
Jawaban: Untuk data berpasangan, yang diuji normalitasnya adalah selisih (sesudah dikurangi sebelum), bukan masing-masing pengukuran. Jika selisihnya normal, uji t berpasangan tetap boleh dipakai walaupun salah satu pengukuran tidak normal.

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika