Modul 5 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
| Istilah | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| Populasi target | Kelompok yang ingin Anda simpulkan | Pasien dewasa dengan demam dengue di Sumatera Barat |
| Populasi terjangkau | Bagian populasi target yang bisa Anda capai (tempat dan waktu tertentu) | Pasien dewasa demam dengue di rumah sakit tempat penelitian, Januari sampai Maret 2027 |
| Sampel | Bagian populasi terjangkau yang benar-benar diteliti | 48 pasien yang memenuhi kriteria dan diperiksa |
Kesimpulan Anda berlaku langsung untuk populasi terjangkau. Menggeneralisasi ke populasi target membutuhkan argumen bahwa populasi terjangkau cukup mewakili.
Contoh dari naskah skripsi
“Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien HIV di RS rujukan tersier sebanyak 26 orang.”
Rumah sakit rujukan tersier dengan poliklinik VCT aktif hampir mustahil hanya memiliki 26 pasien HIV. Angka 26 adalah sampel (yang memenuhi kriteria dan diperiksa), bukan populasi.
Tuliskan dengan tegas:
Eksklusi bukan kebalikan inklusi. Jika inklusi “usia 18 sampai 60 tahun”, eksklusi “usia di bawah 18 tahun” tidak perlu ditulis lagi.
Penelitian: kadar Hb pada perokok dan bukan perokok.
Inklusi
Eksklusi
Perhatikan: pembatasan pada laki-laki sekaligus mengendalikan perancu jenis kelamin yang kita temukan di modul 2. Kriteria spesimen (hemolisis, lipemik) adalah bagian penting yang khas TLM.
Bagaimana cara memilih siapa yang masuk sampel?
Setiap anggota populasi terjangkau punya peluang yang diketahui untuk terpilih. Membutuhkan daftar populasi (kerangka sampel).
| Teknik | Cara | Contoh |
|---|---|---|
| Acak sederhana | Undian atau angka acak dari daftar | Mengundi 40 dari 300 rekam medis |
| Sistematis | Ambil setiap anggota ke-k dari daftar | Setiap rekam medis ke-5 |
| Stratifikasi | Bagi populasi ke strata, lalu acak di tiap strata | Acak terpisah untuk laki-laki dan perempuan |
| Klaster | Acak kelompok (klaster), lalu ambil semua anggotanya | Acak 5 dari 20 puskesmas |
Peluang terpilih tidak diketahui. Paling sering dipakai di penelitian klinis dan laboratorium, karena daftar populasi jarang tersedia.
| Teknik | Cara | Catatan |
|---|---|---|
| Konsekutif | Semua pasien yang memenuhi kriteria berturut-turut diambil sampai jumlah terpenuhi | Terbaik di antara non-probability |
| Purposif | Dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti | Harus ada alasan dan kriteria jelas |
| Kuota | Diambil sampai kuota tiap kelompok terpenuhi | Mis. 30 perokok dan 30 bukan perokok |
| Aksidental (kebetulan) | Siapa saja yang kebetulan ditemui | Paling lemah, rawan bias |
Contoh dari naskah skripsi
“Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, yaitu pasien DBD yang datang ke IGD selama periode penelitian.”
Deskripsi “semua pasien yang datang dan memenuhi kriteria selama periode tertentu” adalah consecutive sampling, bukan accidental.
Menyebut teknik yang tepat bukan soal istilah. Konsekutif jauh lebih kuat dan mengurangi bias seleksi.
Bias seleksi terjadi jika sampel berbeda secara sistematis dari populasi yang ingin disimpulkan.
Contoh di laboratorium:
Tidak ada teknik sampling yang sempurna. Yang penting: jujur menuliskan teknik yang benar-benar dipakai dan membahas keterbatasannya di BAB V.
Apa yang sebenarnya dihitung sebagai “n”?
Contoh: 6 tikus, masing-masing diukur kadar MDA secara triplo.
(Lazic, 2010)
Contoh dari naskah skripsi
Pada uji antioksidan, replikasi blanko diambil dari sesi pengukuran yang berbeda dengan replikasi sampel.
Blanko dan standar berfungsi mengoreksi kondisi sesi itu (reagen, suhu, lampu alat). Jika diambil dari sesi lain, koreksinya tidak lagi sah.
Aturan: blanko, standar, kontrol, dan sampel yang dibandingkan harus diukur dalam sesi (run) yang sama.
Skenario: Anda meneliti kadar kreatinin pasien hemodialisis di satu RS. Unit HD punya daftar 120 pasien rutin. Anda butuh 40 pasien.
Teknik apa yang paling tepat? Bagaimana caranya?
Jawaban: Karena daftar populasi tersedia, gunakan acak sederhana: beri nomor 1 sampai 120, pilih 40 nomor dengan pembangkit angka acak (Excel =RANDBETWEEN atau aplikasi pengacak), ganti nomor yang terpilih dua kali. Jika ingin proporsi laki-laki dan perempuan terwakili, gunakan acak stratifikasi menurut jenis kelamin.
Skenario: Anda meneliti hasil NS1 dan trombosit pada pasien suspek dengue di IGD. Tidak ada daftar pasien sebelumnya; pasien datang setiap hari.
Teknik apa yang tepat, dan bagaimana menuliskannya?
Jawaban: Consecutive sampling. Contoh kalimat:
“Sampel diambil secara konsekutif, yaitu setiap pasien suspek dengue yang datang ke IGD rumah sakit tempat penelitian pada periode Januari sampai Maret 2027 dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan hingga jumlah sampel terpenuhi.”
Sebuah penelitian menguji ekstrak pada 5 tikus per kelompok. Setiap tikus diperiksa kadar glukosanya 3 kali. Mahasiswa melaporkan n = 15 per kelompok.
Apa masalahnya dan bagaimana memperbaikinya?
Jawaban: Ini pseudoreplikasi. Pengukuran triplo adalah replikasi teknis. Unit analisisnya adalah tikus, jadi n = 5 per kelompok. Hitung rerata tiga pengukuran untuk tiap tikus, lalu gunakan 5 nilai itu dalam analisis. CV% dari triplo bisa dilaporkan terpisah sebagai bukti presisi pengukuran.

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika