Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 9
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-09 (RPS): Menjelaskan prinsip identifikasi dan ketertelusuran produk dalam sistem manajemen mutu laboratorium.
Tanpa ketertelusuran, satu masalah kecil menjadi masalah untuk semua pasien.
| Ketertelusuran sampel dan hasil | Ketertelusuran metrologi | |
|---|---|---|
| Pertanyaannya | Hasil ini milik siapa dan diperoleh bagaimana? | Hasil ini benar jika dibandingkan dengan acuan apa? |
| Yang dihubungkan | Pasien, label, sampel, alat, lot, petugas, waktu | Hasil, kalibrasi, kalibrator, bahan acuan |
| Alatnya | Identifikasi unik dan rekaman | Kalibrasi dan bahan acuan |
Diagram buatan sendiri.

Menempel label nanti di meja pengolahan adalah salah satu kebiasaan yang memicu tertukarnya sampel.
Foto: Wikimedia Commons
Linko dkk., 2025, klausul 7.2
Linko dkk., 2025, klausul 7.4
Diagram buatan sendiri; ISO 17511, lihat Linko dkk., 2025
| Yang dicatat pada hasil | Pertanyaan yang bisa dijawab kemudian |
|---|---|
| Lot dan tanggal pakai reagen | Hasil mana yang memakai lot bermasalah? |
| Lot bahan kontrol dan hasil QC saat itu | Apakah kontrol layak pada hari itu? |
| Alat, tanggal, dan petugas | Apakah masalah terbatas pada satu alat atau satu shift? |
| Tanggal kalibrasi terakhir | Hasil mana yang diperiksa sebelum dan sesudah kalibrasi? |
Di laboratorium klinik fiktif, dua pasien dengan nama mirip diambil darahnya berurutan oleh satu petugas. Label ditempel setelah kedua tabung dibawa ke meja pengolahan. Beberapa jam kemudian, dokter bertanya mengapa kadar glukosa pasien A tidak cocok dengan keadaannya.
Pada Senin pagi, kalibrasi dengan lot kalibrator baru dilakukan. Rabu siang, kontrol bergeser ke atas dan pola itu bertahan. Pemasok mengabarkan bahwa lot kalibrator tersebut memang punya masalah penetapan nilai.
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-09
Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.
Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.
Hubungan yang terdokumentasi dari hasil pasien ke kalibrator, lalu ke bahan acuan yang lebih tinggi, sehingga hasil di laboratorium berbeda dapat dibandingkan.
Contoh: Hasil HbA1c di laboratorium A dan B sebanding karena keduanya tertelusur ke acuan IFCC.
Bahan dengan nilai yang sudah ditetapkan, dipakai untuk menyetel hubungan antara sinyal alat dan konsentrasi. Kalibrator berbeda dari bahan kontrol, yang dipakai untuk memantau.
Contoh: Setelah ganti lot reagen, alat dikalibrasi ulang dengan kalibrator dari pabrikan.
Bagian dari sampel yang dipisahkan ke wadah lain, misalnya untuk pemeriksaan di bagian berbeda.
Contoh: Serum dari satu tabung dibagi ke dua tabung kecil untuk kimia klinik dan imunologi, keduanya berlabel turunan dari nomor sampel induk.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika