Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 7
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-07 (RPS): Menganalisis studi kasus permasalahan mutu laboratorium dengan teknik troubleshooting dan root cause analysis.
Memperbaiki gejala membuat masalah reda. Menemukan akar penyebab membuatnya tidak kembali.
Siapa saja yang terlibat sebelum sampel masuk ke laboratorium?
| Tindakan | Tujuan | Contoh untuk hasil QC di luar batas |
|---|---|---|
| Tindakan segera (koreksi) | Menghentikan dampak ke pasien | Tahan hasil pasien, ulang QC, periksa kalibrasi |
| Analisis akar penyebab (RCA) | Mengetahui mengapa masalah terjadi | Lot reagen baru belum dikalibrasi |
| Tindakan pencegahan | Mencegah masalah muncul lagi | Tambahkan kalibrasi ke SOP penggantian lot |
ISO 15189:2022, klausul 7.5 dan 8.7
Diagram buatan sendiri; contoh penyebab: Ialongo, 2025
Fishbone mendaftar kemungkinan penyebab. Diagram ini belum menunjukkan mana yang benar.
Masalah: bahan kontrol internal berada di luar rentang yang diterima, sehingga hasil ditolak dan pemeriksaan diulang.
| Mengapa | Jawaban |
|---|---|
| 1 | Pemeriksaan dilakukan dengan cara yang keliru. |
| 2 | Satu langkah penting terlewat. |
| 3 | Analis belum dilatih untuk metode itu. |
| 4 | Metode itu belum ada di dokumen pelatihan. |
| 5 | Metode ditambahkan ke ruang lingkup akreditasi sebelum dokumen pelatihan ditinjau. |
Diadaptasi dari Mathews, 2023
Diagram buatan sendiri.
| Alat | Cocok untuk | Perlu diingat |
|---|---|---|
| Fishbone | Masalah baru yang penyebabnya belum terbayang | Hanya mendaftar kemungkinan, belum menguji |
| 5 Why | Masalah sederhana dengan satu jalur sebab | Bisa terlalu menyederhanakan masalah yang punya banyak penyebab |
| Fault tree | Masalah rumit dengan penyebab yang bisa terjadi bersamaan | Lebih lama dibuat |
| Tahap | Contoh masalah | Pertanyaan awal untuk RCA |
|---|---|---|
| Pra-analitik | Sampel hemolisis, volume kurang, identitas keliru | Siapa dan di mana sampel ini diambil? |
| Analitik | Kontrol bergeser, kalibrasi gagal, jarum tersumbat | Apa yang berubah sejak kontrol terakhir masih baik? |
| Pasca-analitik | Salah input hasil, pelaporan terlambat, nilai kritis tidak dilaporkan | Siapa yang memeriksa hasil sebelum dikirim? |

Gruber dkk., 2024, Gambar 2, CC BY 3.0
Anggap kelompok kalian adalah tim mutu yang menemukan pola seperti pada bagan. Hasil pasien hari itu sudah keluar.
Gruber dkk., 2024, Gambar 2, CC BY 3.0; Ialongo, 2025
Laboratorium kalian menemukan bahwa sampel koagulasi ditolak lebih sering daripada pemeriksaan lain.
Pertanyaan yang baik: apa yang membuat kesalahan ini mungkin terjadi?
| Tindakan koreksi | Tindakan pencegahan | |
|---|---|---|
| Menjawab | Bagaimana memperbaiki yang sudah terjadi? | Bagaimana mencegah hal serupa terulang? |
| Contoh dari kasus 5 Why | Latih analis yang bersangkutan, lalu ulang pemeriksaan kontrol | Masukkan setiap metode baru ke dokumen pelatihan sebelum metode itu dipakai |
Diadaptasi dari Mathews, 2023
| Tindakan | Penanggung jawab | Tenggat | Indikator keberhasilan |
|---|---|---|---|
| Masukkan metode ke dokumen pelatihan | Penanggung jawab mutu | 2 minggu | Dokumen pelatihan memuat metode baru |
| Latih seluruh analis | Manajer teknis | 1 bulan | Semua analis lulus penilaian kompetensi |
| Tambah langkah tinjau dokumen pelatihan di prosedur penambahan metode | Penanggung jawab mutu | 1 bulan | Prosedur direvisi dan disahkan |
| Periksa efektivitas | Penanggung jawab mutu | 3 bulan | Tidak ada kontrol keluar batas akibat langkah terlewat |
Tindakan tanpa indikator tidak bisa dibuktikan berhasil.
| Skor | Kriteria (RPS) |
|---|---|
| 90 sampai 100 | Analisis sangat komprehensif, RCA mendalam, CAPA terukur |
| 75 sampai 89 | Analisis baik, RCA sistematis, CAPA jelas |
| 60 sampai 74 | Analisis cukup, RCA dasar, CAPA sederhana |
| Di bawah 60 | Analisis kurang, RCA tidak lengkap atau CAPA tidak terukur |
Indikator yang dinilai: ketepatan akar penyebab, kelengkapan penggunaan alat RCA, kualitas rancangan CAPA, kejelasan presentasi, dan partisipasi dalam diskusi.
Kalau satu lot reagen ternyata bermasalah, bagaimana kita tahu hasil pasien mana saja yang terdampak?
Root cause analysis: penelusuran untuk menemukan penyebab dasar suatu masalah, bukan hanya gejalanya, supaya masalah tidak terulang.
Contoh: Kontrol sering keluar batas bukan karena “analis lalai”, tetapi karena metode baru belum ada di dokumen pelatihan.
Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.
Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.
Diagram tulang ikan (diagram Ishikawa) untuk memetakan kemungkinan penyebab masalah dalam beberapa kategori, misalnya manusia, metode, alat, bahan, lingkungan, dan spesimen.
Contoh: Masalah “kontrol di luar batas” ditulis di kepala ikan, kemungkinan penyebabnya ditulis di tiap tulang.
Cara menelusuri akar penyebab dengan bertanya “mengapa” berulang kali sampai ditemukan penyebab yang bisa diperbaiki oleh sistem.
Contoh: Mengapa kontrol ditolak? Langkah terlewat. Mengapa? Analis belum dilatih. Mengapa? Metode belum ada di dokumen pelatihan.
Diagram pohon dari satu kejadian masalah ke penyebab-penyebabnya, memakai gerbang logika DAN (semua penyebab harus terjadi) dan ATAU (satu penyebab cukup).
Contoh: Hasil salah dilaporkan ATAU karena salah input, ATAU karena kontrol gagal DAN tidak ada yang memeriksa.
Hasil pemeriksaan yang menunjukkan keadaan yang dapat mengancam jiwa sehingga harus segera dilaporkan kepada dokter atau perawat, bukan menunggu laporan rutin.
Contoh: Kalium 7,0 mmol/L langsung ditelepon ke ruang rawat, lalu dicatat siapa yang menerima dan jam berapa.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika