Pengendalian Kualitas Internal dan Eksternal

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 5

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-05 (RPS): Melakukan ujian lisan tentang pengendalian kualitas internal dan eksternal dalam laboratorium medik.

  1. Mengapa QC dikerjakan dan apa bedanya QC internal dan eksternal.
  2. Membaca bagan Levey-Jennings dan aturan Westgard.
  3. Apa yang dikerjakan ketika QC di luar batas.
  4. QC eksternal (EQA) dan cara menilai hasilnya.
  5. Latihan soal untuk ujian lisan.

QC adalah alarm bagi sistem pemeriksaan

  • QC memeriksa apakah sistem pemeriksaan bekerja seperti yang diharapkan hari ini.
  • Bahan kontrol diperiksa seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan batas yang sudah ditetapkan.
  • Hasil kontrol yang menyimpang menjadi tanda bahwa hasil pasien perlu ditahan sampai penyebabnya jelas.

Alat analisis darah lengkap

QC adalah alarm. Alarm yang tidak dibunyikan tidak melindungi siapa pun.

QC internal dan QC eksternal menjawab pertanyaan yang berbeda

QC internal QC eksternal (EQA)
Pertanyaan Apakah pemeriksaan hari ini bekerja baik? Apakah hasil kita sepadan dengan laboratorium lain?
Dilakukan Setiap hari atau setiap seri pemeriksaan Berkala, oleh penyelenggara di luar laboratorium
Pembanding Rerata dan SD laboratorium sendiri Nilai target atau rerata konsensus peserta
Tindakan Terima atau tolak seri pemeriksaan Telusuri bila hasil menyimpang dari kelompok

Menyiapkan QC internal: bahan kontrol, rerata, dan simpangan baku

  • Pilih bahan kontrol yang sesuai dan gunakan pada tingkat konsentrasi yang relevan secara klinis, misalnya normal dan abnormal.
  • Kumpulkan data awal dari laboratorium sendiri untuk menetapkan rerata dan simpangan baku (SD).
  • Tetapkan aturan kontrol dan tindakan yang diambil bila kontrol melanggar aturan.
  • Dokumentasikan semuanya dalam rencana QC.

Bagan Levey-Jennings: rerata dan batas pada satu bagan

  • Sumbu mendatar: waktu atau urutan pengukuran.
  • Sumbu tegak: nilai kontrol, dengan garis rerata dan batas pada ±1 SD, ±2 SD, dan ±3 SD.
  • Setiap hasil kontrol diplot sebagai satu titik.
  • Penilaian dilakukan terhadap pola titik, bukan hanya satu titik.

Yang kita cari bukan sekadar titik di luar batas, tetapi pola yang memberi petunjuk.

Contoh bagan Levey-Jennings dari literatur

Contoh bagan Levey-Jennings untuk parameter fiktif selama empat minggu dengan garis rerata dan batas simpangan baku

Contoh bagan Levey-Jennings untuk parameter fiktif selama empat minggu, kontrol dikerjakan pada hari kerja. Sumbu kanan menandai rerata serta pita simpangan baku.

Gruber dkk., 2024, Gambar 1, CC BY 3.0

Aturan Westgard: enam pola yang dipakai untuk menilai kontrol

Enam panel yang menggambarkan aturan 1-2s, 1-3s, 2-2s, R-4s, 4-1s, dan 10x pada bagan kontrol

Aturan Westgard digambarkan dengan data ilustrasi. Titik merah adalah titik yang memicu aturan.

Gambar buatan sendiri; aturan: Westgard QC

Aturan mana yang menandakan kesalahan acak dan sistematik?

Aturan Biasanya menandakan Gambaran
1-3s dan R-4s Kesalahan acak Titik melompat tiba-tiba, tersebar
2-2s, 4-1s, 10x Kesalahan sistematik Titik bergeser atau menanjak bertahap

Kesalahan acak muncul tak terduga. Kesalahan sistematik bergeser ke satu arah.

Latihan membaca bagan

Bagan Levey-Jennings ilustrasi dengan titik yang bergeser ke atas mulai hari ke-13

Data kontrol ilustrasi selama 20 hari. Titik merah menandai hari 16 dan 18.

Data ilustrasi untuk latihan.

Pertanyaan setelah membaca bagan

  1. Pada hari ke berapa kalian akan menghentikan pelaporan hasil pasien?
  2. Aturan apa yang pertama kali terpenuhi?
  3. Jenis kesalahan apa yang paling mungkin, dan mengapa?
  4. Apa saja yang akan kalian periksa lebih dulu?
  5. Hasil pasien hari ke-13 sampai ke-16 sudah dilaporkan. Apa yang harus dilakukan?

Ketika QC di luar batas, apa yang dikerjakan

  1. Hentikan pelaporan hasil pasien dari seri pemeriksaan tersebut.
  2. Telusuri kemungkinan penyebab: bahan kontrol, reagen, kalibrasi, alat, dan pengerjaan.
  3. Perbaiki penyebab yang ditemukan, lalu ulang kontrol.
  4. Bila kontrol sudah dalam batas, tinjau hasil pasien yang sudah terlanjur dilaporkan.
  5. Catat kejadian, penyebab, dan tindakan.

Diadaptasi dari Gruber dkk., 2024

Mencatat QC dengan benar

Yang dicatat Mengapa penting
Tanggal, jam, dan nama pemeriksa Menelusuri kapan dan siapa
Lot bahan kontrol dan reagen Banyak pergeseran dimulai dari pergantian lot
Nilai kontrol dan evaluasinya Dasar keputusan menerima atau menolak
Aturan yang dilanggar dan tindakan Bukti bahwa masalah ditangani
Paraf atau tinjauan penyelia Pengawasan dan akuntabilitas

QC eksternal: membandingkan laboratorium kita dengan yang lain

  • EQA juga dikenal sebagai uji profisiensi.
  • Tujuannya agar hasil laboratorium andal, apa pun lokasi dan metodenya.
  • Partisipasi dipersyaratkan oleh berbagai pedoman dan oleh akreditasi ISO 15189.
  • Bahan EQA dapat dipakai juga untuk melatih staf dan menguji kualitas pemeriksaan.

Bagaimana hasil EQA dinilai

  • Hasil kita dibandingkan dengan nilai target, yang biasanya berasal dari rerata konsensus peserta atau dari laboratorium ahli.
  • Penyelenggara sering menyatakan penyimpangan dalam bentuk skor z: selisih hasil kita dengan nilai target, dibagi simpangan baku untuk penilaian.
  • Penyimpangan kecil umumnya dianggap memuaskan, penyimpangan besar memerlukan penelusuran.

Bila hasil EQA menyimpang

  1. Periksa apakah ada kesalahan administrasi, misalnya salah mencatat atau salah melaporkan.
  2. Tinjau data QC internal pada periode yang sama.
  3. Periksa pengerjaan sampel EQA, reagen, kalibrasi, dan metode.
  4. Tetapkan penyebab dan tindakan korektif, lalu dokumentasikan.
  5. Pantau pada putaran EQA berikutnya.

Persiapan ujian lisan: pertanyaan latihan

  1. Jelaskan perbedaan QC internal dan eksternal.
  2. Apa arti garis rerata dan ±3 SD pada bagan Levey-Jennings?
  3. Jelaskan aturan 1-3s dan 2-2s. Mana yang lebih mengarah ke kesalahan sistematik?
  4. Kontrol melewati 3 SD. Apa tindakan kalian, urut dari yang pertama?
  5. Hasil EQA kalian menyimpang. Apa langkah penelusurannya?
  6. Apa saja yang harus ada pada rekaman QC?

Penilaian pertemuan ini

  • Teknik penilaian: ujian lisan.
  • Yang dinilai: ketepatan jawaban tentang prinsip QC, kemampuan menginterpretasi data QC, pemahaman tindakan korektif, kelengkapan dokumentasi QC, dan akurasi analisis hasil QC.

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-05

Benang merah

  • Pertemuan 6: ketika QC menyimpang, bagaimana menelusuri penyebabnya secara sistematis.
  • Pertemuan 7: dari penyebab ke akar penyebab, lalu CAPA.
  • Pertemuan 8: ujian tengah semester. Cakupan materinya saya umumkan terpisah.

Ringkasan

  • QC internal menilai kerja harian, QC eksternal membandingkan dengan laboratorium lain.
  • Bagan Levey-Jennings dan aturan Westgard membantu membaca pola kontrol.
  • Kontrol di luar batas berarti hentikan pelaporan, telusuri, perbaiki, ulang kontrol, tinjau hasil terdahulu, dan catat.
  • Hasil EQA yang menyimpang perlu ditelusuri sampai ke penyebabnya.

Rujukan

  • Gruber L, Hausch A, Mueller T. Internal quality controls in the medical laboratory: a narrative review of the basic principles of an appropriate quality control plan. Diagnostics. 2024;14(19):2223. doi:10.3390/diagnostics14192223
  • Weiss N, Schellenberg I, Hunfeld K-P. Editorial: Lessons from external quality control in laboratory medicine: important implications for public health! Front Mol Biosci. 2024;11:1485193. doi:10.3389/fmolb.2024.1485193
  • Westgard JO. “Westgard Rules” and multirules. Westgard QC. https://www.westgard.com/westgard-rules.html
  • Westgard JO, Westgard SA. Basic QC practices, 4th ed. Madison: Westgard QC.
  • International Organization for Standardization. ISO 15189:2022 Medical laboratories: requirements for quality and competence. Geneva: ISO.

Terima kasih

Istilah: Uji profisiensi (EQA)

Penilaian mutu dari pihak luar. Penyelenggara mengirim sampel yang nilainya tidak diketahui peserta. Laboratorium memeriksanya seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain. Di Indonesia dikenal sebagai Pemantapan Mutu Eksternal (PME).

Contoh: Laboratorium menerima serum kontrol dari penyelenggara PME tiga kali setahun, memeriksa glukosa dan kolesterolnya, lalu mengirim hasilnya untuk dinilai.

Istilah: Rerata konsensus

Rerata hasil seluruh peserta uji profisiensi untuk satu sampel, biasanya setelah hasil yang ekstrem dibuang. Rerata ini dipakai sebagai nilai target bila nilai benarnya tidak diketahui.

Contoh: Dua ratus laboratorium memeriksa sampel yang sama; rerata hasil mereka, 182 mg/dL, menjadi nilai target.

Istilah: Kesalahan acak

Kesalahan yang muncul tidak terduga dan arahnya tidak menentu, kadang terlalu tinggi kadang terlalu rendah. Kesalahan ini memengaruhi presisi.

Contoh: Gelembung udara di pipet membuat satu hasil kontrol melompat jauh, lalu hasil berikutnya kembali normal.

Istilah: Kesalahan sistematik

Kesalahan yang menggeser hasil ke satu arah secara terus-menerus. Kesalahan ini memengaruhi bias atau akurasi.

Contoh: Setelah lot reagen baru dipakai, semua kontrol kolesterol bergeser naik sekitar 5%.

Istilah: Skor z

Ukuran seberapa jauh hasil laboratorium dari nilai target, dinyatakan dalam satuan simpangan baku. Rumusnya (hasil kita - nilai target) / simpangan baku penilaian. Umumnya |z| sampai 2 dianggap memuaskan, antara 2 dan 3 perlu diwaspadai, 3 atau lebih tidak memuaskan.

Contoh: Target 100, SD penilaian 4, hasil kita 110. z = (110 - 100) / 4 = 2,5, jadi perlu ditelusuri.

Istilah: CAPA

Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.

Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.

Istilah: Aturan Westgard

Sekumpulan aturan untuk memutuskan apakah hasil kontrol diterima atau ditolak berdasarkan pola titik pada bagan Levey-Jennings. Nama aturan menunjukkan jumlah titik dan batasnya; 1-3s berarti satu titik melewati 3 SD.

Contoh: Dua titik berturut-turut di atas +2 SD melanggar aturan 2-2s, tanda kesalahan sistematik.

Istilah: Bagan Levey-Jennings

Grafik hasil bahan kontrol dari hari ke hari. Sumbu datar adalah waktu, sumbu tegak adalah nilai kontrol, dengan garis rerata serta batas 1, 2, dan 3 simpangan baku.

Contoh: Setiap pagi analis memplot nilai kontrol glukosa. Bila titik keluar dari batas 3 SD, seri pemeriksaan ditahan.