Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 5
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-05 (RPS): Melakukan ujian lisan tentang pengendalian kualitas internal dan eksternal dalam laboratorium medik.

QC adalah alarm. Alarm yang tidak dibunyikan tidak melindungi siapa pun.
Foto: Wikimedia Commons
| QC internal | QC eksternal (EQA) | |
|---|---|---|
| Pertanyaan | Apakah pemeriksaan hari ini bekerja baik? | Apakah hasil kita sepadan dengan laboratorium lain? |
| Dilakukan | Setiap hari atau setiap seri pemeriksaan | Berkala, oleh penyelenggara di luar laboratorium |
| Pembanding | Rerata dan SD laboratorium sendiri | Nilai target atau rerata konsensus peserta |
| Tindakan | Terima atau tolak seri pemeriksaan | Telusuri bila hasil menyimpang dari kelompok |
Yang kita cari bukan sekadar titik di luar batas, tetapi pola yang memberi petunjuk.

Gruber dkk., 2024, Gambar 1, CC BY 3.0

Gambar buatan sendiri; aturan: Westgard QC
| Aturan | Biasanya menandakan | Gambaran |
|---|---|---|
| 1-3s dan R-4s | Kesalahan acak | Titik melompat tiba-tiba, tersebar |
| 2-2s, 4-1s, 10x | Kesalahan sistematik | Titik bergeser atau menanjak bertahap |
Kesalahan acak muncul tak terduga. Kesalahan sistematik bergeser ke satu arah.

Data ilustrasi untuk latihan.
Diadaptasi dari Gruber dkk., 2024
| Yang dicatat | Mengapa penting |
|---|---|
| Tanggal, jam, dan nama pemeriksa | Menelusuri kapan dan siapa |
| Lot bahan kontrol dan reagen | Banyak pergeseran dimulai dari pergantian lot |
| Nilai kontrol dan evaluasinya | Dasar keputusan menerima atau menolak |
| Aturan yang dilanggar dan tindakan | Bukti bahwa masalah ditangani |
| Paraf atau tinjauan penyelia | Pengawasan dan akuntabilitas |
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-05
Penilaian mutu dari pihak luar. Penyelenggara mengirim sampel yang nilainya tidak diketahui peserta. Laboratorium memeriksanya seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain. Di Indonesia dikenal sebagai Pemantapan Mutu Eksternal (PME).
Contoh: Laboratorium menerima serum kontrol dari penyelenggara PME tiga kali setahun, memeriksa glukosa dan kolesterolnya, lalu mengirim hasilnya untuk dinilai.
Rerata hasil seluruh peserta uji profisiensi untuk satu sampel, biasanya setelah hasil yang ekstrem dibuang. Rerata ini dipakai sebagai nilai target bila nilai benarnya tidak diketahui.
Contoh: Dua ratus laboratorium memeriksa sampel yang sama; rerata hasil mereka, 182 mg/dL, menjadi nilai target.
Kesalahan yang muncul tidak terduga dan arahnya tidak menentu, kadang terlalu tinggi kadang terlalu rendah. Kesalahan ini memengaruhi presisi.
Contoh: Gelembung udara di pipet membuat satu hasil kontrol melompat jauh, lalu hasil berikutnya kembali normal.
Kesalahan yang menggeser hasil ke satu arah secara terus-menerus. Kesalahan ini memengaruhi bias atau akurasi.
Contoh: Setelah lot reagen baru dipakai, semua kontrol kolesterol bergeser naik sekitar 5%.
Ukuran seberapa jauh hasil laboratorium dari nilai target, dinyatakan dalam satuan simpangan baku. Rumusnya (hasil kita - nilai target) / simpangan baku penilaian. Umumnya |z| sampai 2 dianggap memuaskan, antara 2 dan 3 perlu diwaspadai, 3 atau lebih tidak memuaskan.
Contoh: Target 100, SD penilaian 4, hasil kita 110. z = (110 - 100) / 4 = 2,5, jadi perlu ditelusuri.
Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.
Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.
Sekumpulan aturan untuk memutuskan apakah hasil kontrol diterima atau ditolak berdasarkan pola titik pada bagan Levey-Jennings. Nama aturan menunjukkan jumlah titik dan batasnya; 1-3s berarti satu titik melewati 3 SD.
Contoh: Dua titik berturut-turut di atas +2 SD melanggar aturan 2-2s, tanda kesalahan sistematik.
Grafik hasil bahan kontrol dari hari ke hari. Sumbu datar adalah waktu, sumbu tegak adalah nilai kontrol, dengan garis rerata serta batas 1, 2, dan 3 simpangan baku.
Contoh: Setiap pagi analis memplot nilai kontrol glukosa. Bila titik keluar dari batas 3 SD, seri pemeriksaan ditahan.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika