Evaluasi Mutu dan Audit Internal

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 3

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-03 (RPS): Mempresentasikan prosedur evaluasi mutu dan audit internal laboratorium medik.

  1. Evaluasi mutu: dari perencanaan sampai pelaporan.
  2. Audit internal: tujuan, lingkup, dan kriteria.
  3. Empat tahap audit dan cara menulis temuan.
  4. Simulasi audit kecil yang kalian presentasikan.

Monitoring memberi data, evaluasi menilai artinya

  • Minggu lalu kita mengumpulkan data pada tiga tahap pemeriksaan.
  • Hari ini kita bertanya dua hal: apakah data itu menunjukkan mutu yang baik, dan apakah sistem benar-benar dijalankan seperti yang tertulis?
  • Pertanyaan pertama dijawab oleh evaluasi mutu. Pertanyaan kedua dijawab oleh audit internal.

Evaluasi mutu dan audit internal menjawab pertanyaan yang berbeda

Evaluasi mutu Audit internal
Pertanyaan Apakah hasil dan indikator memenuhi target? Apakah praktik sesuai dengan kriteria?
Bahan Data indikator, QC, keluhan Dokumen, rekaman, observasi, wawancara
Keluaran Penilaian dan rekomendasi Temuan dan tindak lanjut
Pelaksana Tim mutu dan pimpinan Auditor internal yang independen

Prosedur evaluasi mutu: empat langkah

  1. Merencanakan: tentukan apa yang dievaluasi, periodenya, dan kriterianya.
  2. Mengumpulkan data: dari indikator, QC, keluhan, dan temuan lain.
  3. Menganalisis hasil: bandingkan dengan target dan lihat tren.
  4. Melaporkan temuan: sampaikan ke pimpinan beserta rekomendasi.

RPS TLM OBE-139b

Apa itu audit internal

  • Pemeriksaan sistematis yang dilakukan laboratorium sendiri terhadap sistem mutunya.
  • Tujuannya menilai apakah sistem dijalankan sesuai kriteria dan efektif.
  • Pada ISO 15189:2022, audit diprioritaskan menurut risiko terhadap pasien (klausul 8.8).

Audit internal bukan mencari siapa yang salah. Audit mencari bagian sistem yang perlu diperbaiki.

Tujuan, lingkup, dan kriteria audit

Unsur Pertanyaan yang dijawab Contoh
Tujuan Untuk apa audit ini? Memastikan pengendalian sampel sesuai SOP
Lingkup Bagian dan periode apa? Ruang pengambilan sampel, tiga bulan terakhir
Kriteria Dibandingkan dengan apa? ISO 15189, SOP laboratorium, peraturan yang berlaku

Empat tahap audit internal

Empat tahap audit internal: merencanakan, melaksanakan, melaporkan, menindaklanjuti

Siklus audit internal.

Diagram buatan sendiri.

Mengumpulkan bukti saat audit

  • Tinjau dokumen: SOP, formulir, dan rekaman.
  • Wawancara petugas: bagaimana mereka mengerjakan pekerjaannya.
  • Observasi langsung: apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
  • Penelusuran: ambil satu sampel atau satu hasil, lalu telusuri rekamannya dari awal sampai akhir.

Petugas laboratorium sedang bekerja

Kesimpulan audit harus bertumpu pada bukti, bukan kesan.

Menulis temuan: kriteria, kondisi, bukti

Unsur Isinya
Kriteria Persyaratan yang dipakai, misalnya SOP pengambilan sampel
Kondisi Apa yang ditemukan di lapangan
Bukti Dokumen, rekaman, atau pengamatan yang mendukung

Contoh: SOP mewajibkan label diberi sebelum tabung meninggalkan pasien. Pada tiga dari sepuluh pengamatan, label ditulis di meja pengolahan. Bukti: lembar observasi nomor 4, 7, dan 9.

Contoh nyata: audit tahap pra-analitik di sebuah rumah sakit di Tunisia

  • Bouzid dkk. (2018) mengaudit tahap pra-analitik di ruang pengambilan sampel laboratorium biokimia klinik Rumah Sakit Charles Nicolle, Tunis, dengan acuan ISO 15189:2012.
  • Ketidaksesuaian terutama terjadi pada pelaksanaan pengambilan sampel, resep medis, dan pengiriman sampel.
  • Setelah alat mutu dan tindakan korektif diterapkan, total ketidaksesuaian turun 52% (P = 0,004).

Data audit Bouzid dkk.: apa yang berubah dan apa yang tidak

Aktivitas Sebelum tindakan Sesudah tindakan
Resep medis 120 47
Pengambilan sampel 346 172
Pengiriman sampel 50 21
Total 498 dari 6.449 spesimen (7,7%) 240

Kesalahan identifikasi pasien tidak turun: 59 kasus sebelum dan 64 kasus sesudah tindakan. Porsinya dari seluruh ketidaksesuaian justru naik, dari 11,8% menjadi 26,7%.

Bouzid dkk., 2018, Tabel 1, CC BY-NC-ND 4.0

Tindak lanjut: temuan menjadi tindakan

  • Setiap temuan punya penanggung jawab dan batas waktu.
  • Penyebab ditelusuri, tidak berhenti pada gejala. Alat untuk ini kita pelajari pada pertemuan 7.
  • Tindakan korektif harus diverifikasi efektivitasnya.
  • Hasil audit ditinjau pimpinan pada tinjauan manajemen.

Linko dkk., 2025, klausul 8.7 dan 8.9

Dokumentasi audit

Dokumen Fungsi
Rencana atau program audit Menjadwalkan dan menentukan lingkup
Daftar periksa (checklist) Memandu auditor dan memastikan tidak ada yang terlewat
Catatan bukti Menyimpan pengamatan dan rujukan dokumen
Laporan audit Menyampaikan temuan dan kesimpulan
Rekaman tindak lanjut Memantau penyelesaian dan verifikasi

Simulasi audit: skenario laboratorium fiktif

Kalian adalah tim audit internal untuk Laboratorium Klinik Sehat Sentosa (fiktif). Lingkup: penerimaan sampel dan pelaporan hasil.

Bukti yang kalian temukan:

  • Dua dari lima SOP yang diperiksa belum direvisi sejak tiga tahun lalu, padahal SOP menyebut peninjauan setahun sekali.
  • Pada lima laporan hasil yang ditelusuri, satu laporan diubah tanpa catatan siapa yang mengubahnya.
  • Buku penolakan sampel terisi rapi, tetapi tidak pernah direkap.

Tugas kelompok dan presentasi

  1. Susun checklist enam butir untuk lingkup tadi.
  2. Tulis dua temuan dengan format kriteria, kondisi, dan bukti.
  3. Usulkan satu tindak lanjut untuk tiap temuan, lengkap dengan penanggung jawab dan batas waktu.
  4. Presentasikan dalam lima menit.

Penilaian pertemuan ini

  • Teknik penilaian: presentasi.
  • Yang dinilai: ketepatan penjelasan prosedur evaluasi dan audit, kedalaman analisis kasus, kualitas presentasi, partisipasi, pemahaman kriteria audit ISO 15189, dan ketepatan dokumentasi audit simulasi.

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-03

Benang merah

  • Pertemuan 4: kalian akan merancang proyek monitoring dan evaluasi mutu. Kerangka hari ini dipakai lagi.
  • Pertemuan 7: temuan audit yang serius ditelusuri akar penyebabnya dan ditindaklanjuti dengan CAPA.
  • Pertemuan 9: audit sering mengecek ketertelusuran, jadi topik itu akan terasa dekat.

Ringkasan

  • Evaluasi mutu menilai hasil, audit internal menilai praktik.
  • Audit punya empat tahap: merencanakan, melaksanakan, melaporkan, menindaklanjuti.
  • Temuan ditulis dengan kriteria, kondisi, dan bukti.
  • Audit baru bermanfaat kalau diikuti tindakan yang diverifikasi.

Rujukan

  • Linko S, Boursier G, Bernabeu-Andreu FA, dkk. EN ISO 15189 revision: EFLM Committee Accreditation and ISO/CEN standards (C: A/ISO) analysis and general remarks on the changes. Clin Chem Lab Med. 2025. doi:10.1515/cclm-2024-1451
  • Bouzid K, Zrelli S, Rebeh A, dkk. Preanalytical phase management: identification and control of nonconformities in the sampling room of a clinical laboratory in Tunisia. J Lab Precis Med. 2018;3(4). doi:10.21037/jlpm.2018.03.14
  • International Organization for Standardization. ISO 15189:2022 Medical laboratories: requirements for quality and competence. Geneva: ISO.

Terima kasih

Istilah: Tinjauan manajemen

Rapat berkala pimpinan untuk menilai kinerja sistem mutu, misalnya hasil audit, indikator mutu, keluhan, dan uji profisiensi, lalu memutuskan perbaikan.

Contoh: Setiap enam bulan kepala laboratorium meninjau rekap indikator mutu dan menetapkan target baru.

Istilah: CAPA

Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.

Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.