Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 1
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-01 (RPS): Menjelaskan prinsip dasar Sistem Manajemen Mutu (QMS) dan standar ISO 15189 dalam konteks laboratorium medik.

Hasil yang tidak dapat dipercaya bisa lebih berbahaya daripada tidak diperiksa sama sekali.
Foto: Wikimedia Commons
QMS bukan tumpukan dokumen. QMS adalah kebiasaan kerja yang bisa dibuktikan.
| Prinsip | Wujudnya di laboratorium |
|---|---|
| Fokus pada pasien dan pengguna hasil | Waktu tunggu dan ketepatan hasil dipantau |
| Kepemimpinan | Pimpinan menetapkan tujuan mutu dan menyediakan sumber daya |
| Pendekatan proses | Alur kerja dari permintaan sampai laporan dipetakan |
| Perbaikan berkelanjutan | Temuan dan keluhan diolah menjadi tindakan |
| Keputusan berdasarkan data | Indikator mutu dan data QC ditinjau berkala |
Laboratorium yang memenuhi standar ini menunjukkan bahwa sistemnya mampu menghasilkan hasil yang andal.
Diagram buatan sendiri; Linko dkk., 2025
| Klausul | Isi pokok |
|---|---|
| 4. Persyaratan umum | Ketidakberpihakan wajib disertai analisis risiko, kerahasiaan, serta hak dan kesejahteraan pasien |
| 5. Struktur dan tata kelola | Badan hukum, tata kelola, uraian kegiatan, tujuan yang terukur dan berorientasi pasien, manajemen risiko |
| Bagian | Isi pokok |
|---|---|
| 7.1 sampai 7.2 | Pendekatan berbasis risiko, pra-pemeriksaan: transportasi, informasi pasien, sampel yang bermasalah |
| 7.3 | Pemeriksaan: pengambilan keputusan klinis, ketidakpastian pengukuran, tinjauan nilai rujukan |
| 7.4 | Pasca-pemeriksaan: pelaporan dan perubahan laporan yang dapat ditelusuri |
| 7.5 sampai 7.8 | Pekerjaan tidak sesuai, data, keluhan, kesinambungan layanan dan rencana darurat |
| Aspek | Edisi 2012 | Edisi 2022 |
|---|---|---|
| Tindakan pencegahan | Persyaratan formal | Diganti penanganan risiko dan peluang |
| Pemeriksaan di dekat pasien | Standar terpisah (ISO 22870) | Digabung ke dalam ISO 15189 |
| Kesinambungan layanan | Tidak ada klausul khusus | Klausul baru 7.8 |
Standar memberi arah mutu. Peraturan memberi batas minimal yang harus dipenuhi.
Permenkes No. 43 Tahun 2013, Pasal 1 dan 3
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-01
Lama waktu dari sampel diterima laboratorium sampai hasil dilaporkan. Dalam bahasa Inggris disebut turnaround time (TAT).
Contoh: Sampel cito diterima pukul 08.00 dan hasil dikirim pukul 08.50: waktu tunggu 50 menit.
Ukuran yang dihitung secara berkala dari data rutin untuk memantau mutu layanan laboratorium.
Contoh: Persentase sampel ditolak per bulan, atau waktu tunggu hasil pemeriksaan cito.
Laboratorium bekerja objektif, tanpa tekanan keuangan, komersial, atau pribadi yang dapat memengaruhi hasil.
Contoh: Petugas tidak boleh mengubah hasil karena diminta pasien atau karena hubungan dengan pemasok.
Hubungan yang terdokumentasi dari hasil pasien ke kalibrator, lalu ke bahan acuan yang lebih tinggi, sehingga hasil di laboratorium berbeda dapat dibandingkan.
Contoh: Hasil HbA1c di laboratorium A dan B sebanding karena keduanya tertelusur ke acuan IFCC.
Rapat berkala pimpinan untuk menilai kinerja sistem mutu, misalnya hasil audit, indikator mutu, keluhan, dan uji profisiensi, lalu memutuskan perbaikan.
Contoh: Setiap enam bulan kepala laboratorium meninjau rekap indikator mutu dan menetapkan target baru.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika