Teknik Analisis Molekuler I:
qPCR dan Sequencing
Beranda
Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech
Biologi Molekuler II · Pertemuan 9
Program Studi S1 Ilmu Biomedis
Universitas Syedza Saintika
Sasaran pertemuan
Pertemuan 9 · Real-time PCR (qPCR) dan sequencing (Sanger dan NGS)
Sub-CPMK 9: menjelaskan prinsip qPCR dan sequencing.
Prinsip qPCR
- Sinyal fluoresensi meningkat seiring bertambahnya produk
- Ct (cycle threshold): siklus saat sinyal melewati ambang
- Semakin banyak target awal, semakin kecil nilai Ct
Dua kimia deteksi umum:
- SYBR Green: pewarna yang mengikat DNA untai ganda
- Probe TaqMan: probe berlabel yang lebih spesifik
Kuantifikasi: absolut dan relatif
- Absolut: membandingkan dengan kurva standar untuk mendapat jumlah pasti
- Relatif: membandingkan ekspresi gen target terhadap gen referensi (housekeeping)
- Metode relatif populer: 2 pangkat negatif delta-delta Ct
Interpretasi data qPCR akan diperdalam di Pertemuan 10.
Aplikasi qPCR
- Deteksi dan kuantifikasi patogen (misalnya viral load)
- Pengukuran ekspresi gen
- Genotyping dan deteksi varian
- Menjadi standar pada banyak uji diagnostik molekuler
Sequencing: membaca urutan basa
Menentukan urutan A, T, G, C dari suatu fragmen DNA.
- Sanger: akurat, cocok untuk fragmen tunggal dan verifikasi
- NGS (Next-Generation Sequencing): paralel masif, membaca jutaan fragmen sekaligus
Sanger vs NGS
| Kapasitas |
Satu fragmen per reaksi |
Jutaan fragmen paralel |
| Skala |
Kecil, terarah |
Genom, ekson, atau panel besar |
| Biaya per basa |
Tinggi |
Rendah |
| Penggunaan |
Verifikasi, fragmen pendek |
Penemuan varian, genomik skala besar |
Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Alur umum NGS
- Preparasi library: DNA dipotong dan diberi adaptor
- Sequencing paralel masif
- Analisis bioinformatika: penyelarasan ke genom referensi dan pemanggilan varian
- Interpretasi klinis atau riset
NGS mengubah diagnostik genetik, dari satu gen menjadi ratusan gen sekaligus.
Ringkasan
- qPCR mengukur jumlah target secara real-time melalui nilai Ct
- Kuantifikasi relatif memakai gen referensi dan metode delta-delta Ct
- Sanger akurat untuk fragmen tunggal; NGS untuk skala besar
- Keduanya menjadi fondasi diagnostik dan riset molekuler
Bacaan: Brown, T.A. (2016); Alberts et al. (2022) Bab 8.